Jumat, 14 November 2014

Degab Degub Menuju DM1

Kaderisasi. Adalah amanah yang tak bisa dianggap mudah namun juga saya tidak merasa susah, hanya saja sedikit bingung karena sedikitnya ilmu tentang itu. salah satu acara besar dan penting adalah DAURAH MARHALAH 1 (DM1).Acara inilah yang sejak awal membuat saya “resah”. Bagaimana melaksanakanamanah besar ini?
 
 ARGASONYA, KRIAN

Waktu terus melaju. Jadwal DM1 semakin mmendekat, tapi sayadan staff belum bisa mempersiapkannya. Satu hal yang saat itu saya lakukan adalah mempersiapkannya jauh-jauh hari sebelum deadline tiba. Ya, disinilahkami mulai belajar banyak; syuro, tukar ide, menampung usul, mencari referensi,meminta nasehat dan apapun saja yang bisa semakin membuka pengetahuan kami untuk menyelenggarakan DM1. Sebab saya yakin, acara yang baik itu berawal darikebaikan dalam mempersiapkannya.



Dalam masa penantian tibanya hari H, kami merasakan sangatperlu bimbingan. Apasaja yang mesti kami lakukan saat ini dan kelak saatpelaksanaan acara. Dari hal filosofis, esensi hingga ke teknis-teknis.Disinilah peran kaderisasi Kammi Daerah (KAMDA) Surabaya sangat bagus. Mulaidatang langsung ke komsat,  komunikasivia alat komunikasi dan bahkan ada yang secara personal mendatangi ke tempattinggal saya. Semua itu mereka lakukan dengan 3S; Senyum, santai dan serius.Bahkan, ada perwakilan kaderisasi KAMDA yang sangat intens memperhatikan darihari ke hari, bahkan dari menit ke menit, yang bahkan kami berdua berdiskusihingga dini hari, waktu itu saya lihat jam dinding menunjukkan pukul 01.30 an.Ya, sampai jam setengah dua malam beliau mengajak diskusi kepada sya terkaitpencerahan persiapan pelaksanaan DM1. Beliau adalah Mas Gun. Beliau IMAT materi "Syumuliyatul Islam

Dari pencerahan yang saya dapatkan, perlahan saya sampaaikankepada teman-teman di komsat. Dan untuk teman-teman di komsat; dari ketua umum(Ketum), staff kaderisasi dan seluruh panitia DM1, saya susah mencari kata-katayang tepat untuk kalian semua selain SOLID. Banyaknya tugas kuliah tidakmenghalangi untuk ikut aktif mempersiapkan keperluan DM1. Bahkan Pak Ketum, yang masih sangat sibuk dengan magangnya,rela pontang-panting, bolak balik Surabaya- Sidoarjo.

Begitu juga kepada ketua panitia dan seluruh panitia DM1yang selalu saya minta untuk terus bergerak menyiapkan segala-galanya, hinggamungkin mereka sedikit lelah. Tapi saya yakin mereka semua lebih banyaksemangatnya, sehingga lelahnya terkalahkan oleh ghirah perjuangan yang merekamiliki. Mungkin salah satu ruh semangat mereka semua adalah dari pesan Rasuluntuk bermanfaat bagi  manusia lainnya,sebagaimana yang disabdakannya; sebaik-baik manusia adalah yang palingbermanfaat bagi manusia lainnya. Inspirasi inilah yang membuat mereka  berlomba mempersembahkan yang terbaik, yangterbaik, dan yang terbaik serta yang terbaik! Disinilah fastabiqul khoirot mulai nampak.

***

Bagiku, semakin dekatnya hari menuju hari H, membuatkusemakin tak tenang. Sebab  saya takpernah tau, apakah yang terjadi ketika hari pelaksanaanya nanti. Tapi denganikhtiar yang maksimal dan penyerahan diri kepada Allah, Alhamdulillah jaditenang. Benar, bahwa Alaa bidzikrillahi tathmainnul quluub. MengingatAllah itu sangat menentramkan hati. Meyakini bahwa tugas kita semuaadalah berusaha sebaik-baiknya, hasil sesuai harapan atau tidak itu adalah hakAllah. Dan Allah sangat tau apa yang terbaik untuk kita, lalu Dia akan memberikannya.Tenanglah hati ini.

Saat itu, ada satu hal yang membuat degub hati mengencang; 2instruktur materi (IMAT) belum saya temukan. Dari sekian IMAT yang sayahubungi, mereka semua belum bisa memenuhi karena sudah ada agenda lain yangtelah terjadwal sebelumnya. Hungga sehari sebelum acara dilaksanakan, IMATbelum juga didapatkan. Hingga terbersit, bagaimana jika kedua IMAT ini tidak didapatkan hingga hari H..? Allahuakbar. Semoga itu tidak terjadi. Daurah yangkami konsep dengan 7 materi jika hilang 2 tentu akan sangat berpengaruh kurangbaik dari bagi daurah ini. Bahkan berpotensi tidak nyambungnya antara materisatu dengan materi lainnya karena ada materi yang terpotong alias belumtersampaikan.

Namun sepertinya Allah tidak ingin itu terjadi. Menjelangsiang, ada usulan satu IMAT dari pihak KAMDA, dan Alhamdulillah yang diusulkantersebut tidak berhalangan hadir. AllahuAkbar. Senengnya tuh disini.
Hari H pun tiba.

Debar bercampur syukur selalu menyelimuti perasaan saya.Berdebar karena takut mengecewakan peserta, juga banyak menyusahkan panitia.Syukur karena tidak ada halangan yang berarti untuk menghalangi persiapanpelaksanaan acara DM1 ini. Panitia kompak; yang belum bisa hadir saja sangatberkontribusi apalagi yang bisa hadir. TOP banget dah!

Seolah bagai mimpi, acara yang lama kami persiapkan itu,yang cukup mampu mengguncangkan pikiran dan suasana hati, yang mampu gemuruhkanombak di laut perasaan; kini telah terlaksana. Kira-kira apa yang terjadi saatpelaksanaannya? Hmmm.. ikuti saja tulisan selanjutnya.

***

Salam #MuslimNegarawan
10 Nopember 2014, saat pegalnya badan terasa begitu nikmat.
Azailani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar