Lagi,..
Kamis 27 nov jam 12.00 , Aksi Gabungan Mahasiswa se-Jatim yang menyatu dalam wadah Poros Pemuda Energi JATIM di depan Gedung SKK Migas.
KAMMI & berbagai elemen pergerakan mahasiswa bersatu untuk menyuarakan kegelisahan rakyat atas kebijakan kenaikan harga BBM.
Aksi yang masih berkaitan tentang Tolak Kenaikan Harga BBM, bertemakan "Jatim Gigit Jari, Mahasiswa bersama Rakyat Bersuara",
Berbagai organisasi pergerakan mahasiswa itu berkumpul di Monumen Bambu Runcing, setelah itu langsung menuju ke depan kantor SKK Migas.
" Kebijakan menaikkan harga BBM jelas sebuah kebohongan besar, jika tidak ingin dikatakan sebuah pengkhianatan, terhadap cita-cita Negara Indonesia yang terkandung dalam konstitusi negara ini. Berbagai alasan dikemukakan sebagai pembenaran kebijakan ini, data-data ekonomi yang sulit dimengerti, dimanipulasi dan terkesan ditutup-tutupi disajikan kepada rakyat, kemudian dikatakan bahwa ini memang pil pahit yang mau tidak mau harus diterima bersama.
Namun Mahasiswa tidak buta, sehingga kami dapat melihat bahwa semua hanyalah kebohongan kebohongan baru yang disulam untuk menutupi kebohongan yang lalu. kebijakan ini adalah kebijakan yang nyata-nyata berpihak pada pasar (Neo-Liberal), ketimbang berpihak pada rakyat dan kepentingan nasional seperti yang diamanatkan oleh konstitusi." isi orasi salah satu mahasiswa
Lanjut isi orasi tersebut, para mahasiswa juga mengajukan 10 tuntutan,yaitu :
1. Turunkan harga eceran bensin premium menjadi Rp.6.500/liter
2. Bongkar pola pikir Neo-Liberal Ekonomi Pemerintah
3. Revisi UU Migas tahun 2001 yang tidak pro rakyat
4. Buka harga pokok produksi (HPP) BBM kepada rakyat
5. Berantas mavia migas dari hulu hingga hilir
6. Bubarkan SKK Migas
7. Naikkan pajak kendaraan bermotor
8. Hemat Anggaran Belanja Negara
9. Transparasi jual-beli BBM
10.Jelaskan secara tegas gagasan ekonomi produktif buatan Jokowi
Aksi pun berakhir sekitar pukul 16.24 WIB, setelah perwakilan dari Poros Pemuda Energi-JATIM diterima oleh Kepala SKK Migas.
Kamis 27 nov jam 12.00 , Aksi Gabungan Mahasiswa se-Jatim yang menyatu dalam wadah Poros Pemuda Energi JATIM di depan Gedung SKK Migas.
KAMMI & berbagai elemen pergerakan mahasiswa bersatu untuk menyuarakan kegelisahan rakyat atas kebijakan kenaikan harga BBM.
Aksi yang masih berkaitan tentang Tolak Kenaikan Harga BBM, bertemakan "Jatim Gigit Jari, Mahasiswa bersama Rakyat Bersuara",
Berbagai organisasi pergerakan mahasiswa itu berkumpul di Monumen Bambu Runcing, setelah itu langsung menuju ke depan kantor SKK Migas.
" Kebijakan menaikkan harga BBM jelas sebuah kebohongan besar, jika tidak ingin dikatakan sebuah pengkhianatan, terhadap cita-cita Negara Indonesia yang terkandung dalam konstitusi negara ini. Berbagai alasan dikemukakan sebagai pembenaran kebijakan ini, data-data ekonomi yang sulit dimengerti, dimanipulasi dan terkesan ditutup-tutupi disajikan kepada rakyat, kemudian dikatakan bahwa ini memang pil pahit yang mau tidak mau harus diterima bersama.
Namun Mahasiswa tidak buta, sehingga kami dapat melihat bahwa semua hanyalah kebohongan kebohongan baru yang disulam untuk menutupi kebohongan yang lalu. kebijakan ini adalah kebijakan yang nyata-nyata berpihak pada pasar (Neo-Liberal), ketimbang berpihak pada rakyat dan kepentingan nasional seperti yang diamanatkan oleh konstitusi." isi orasi salah satu mahasiswa
Lanjut isi orasi tersebut, para mahasiswa juga mengajukan 10 tuntutan,yaitu :
1. Turunkan harga eceran bensin premium menjadi Rp.6.500/liter
2. Bongkar pola pikir Neo-Liberal Ekonomi Pemerintah
3. Revisi UU Migas tahun 2001 yang tidak pro rakyat
4. Buka harga pokok produksi (HPP) BBM kepada rakyat
5. Berantas mavia migas dari hulu hingga hilir
6. Bubarkan SKK Migas
7. Naikkan pajak kendaraan bermotor
8. Hemat Anggaran Belanja Negara
9. Transparasi jual-beli BBM
10.Jelaskan secara tegas gagasan ekonomi produktif buatan Jokowi
Aksi pun berakhir sekitar pukul 16.24 WIB, setelah perwakilan dari Poros Pemuda Energi-JATIM diterima oleh Kepala SKK Migas.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar