BBM (BAGI-BAGI MASALAH) BARU
Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang telah diwacanakan sejak sebelum pelantikan Jokowi-JK menjadi kenyataa.
Harga BBM bersubsidi untuk premium yang pada awalnya Rp 6.500 sekarang menjadi Rp 8500. Sedangkan untuk bahan bakar solar dari Rp 5.500 menjadi Rp.7500.
Pro dan kontra sangat jelas muncul di masyarakat.
Apalagi di kalangan masyarakat yang mayoritas menolak kenaikan harga BBM tersebut.
Terlihat dengan adanya beberapa demonstrasi di berbagai daerah akhir-akhir ini.
Hashtag #BBMNaik dan #ShameOnYouJokowi pun ramai diperbincangkan di media sosial Twitter.
Pada awalnya, memang sangat berat bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM.
Karena memang hal tersebut merupakan kebijakan yang snagat tidak populis.
Namun, pemerintah berani mengambil sikap yang pasti meski harga minyak dunia turun ke angka 70 – 80 USD per barel.
Yang mana, pada saat ini pun justru di beberapa negara seperti Tiongkok malah menurunkan harga minyaknya.
Dalam hal ini pun, pemerintah tidak mengkomunikasikan secara khusus kepada DPR.
Tak seperti yang dilakukan pemerintahan di era SBY yang selalu mempertimbangkan kenaikan BBM kepada DPR.
Karena beliau melihat permasalahan ini sangatlah kompleks.
Memang tak ada undang-undang yang melarang untuk tidak musyawarah kepada DPR. Akan tetapi, hanya kurang lengkap saja jika tanpa persetujuan dari DPR.
Alasan pemerintah saat ini adalah mereka tidak menaikkan harga BBM, akan tetapi lebih kepada pengalihan subsidi ke sektor yang lebih produktif.
Seperti pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur. Namun, dengan kenaikan BBM pada saat ini, maka merata semua permasalahan hidup bangsa ini.
Maka, BBM ini lebih tepatnya Bagi-Bagi Masalah.
Mengapa Bagi-Bagi Masalah?.
Pertama, yang paling terbaru pada saat ini ialah para buruh meminta kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) tahun 2015.
Bagaimana tidak?. Sebelum BBM naik saja mereka meminta UMK sebesar 3 juta rupiah.
Apalagi setelah BBM naik. Tentu saja mereka akan terus menuntut UMK yang sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
Apindo pun sulit menerima hal tersebut, bahkan mereka ingin keluar dari Dewan Pengupahan jika pemerintah masih ngotot naikkan UMK.
Maka pemerintah harus berhati-hati dan menyikapinya dengan bijak
Kedua, Harga kebutuhan pokok akan ikut naik. Ini hampir setiap BBM naik, maka kebutuhan pokok akan naik pula.
Karena banyak kalangan menengah ke bawah menggunakan BBM bersubsidi untuk produksi hingga distribusi. Mereka menggantungkan hidupnya lewat BBM. Jika BBM naik, namun daya beli masyarakat rendah, maka akan terjadi inflasi yang diperkirakan meningkat pada akhir tahun di anka 7,3 persen.
Hal tersebut dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Ketiga, Organisasi Angkatan Darat (Organda) akan mengancam untuk memberhentikan pengoprasiannya pada tanggal 19 Novemeber 2014 di seluruh nusantara.
Karena angkutan kota (Angkot) dan Bus memakai bahan bakar solar. Sulit sekali mendapatkan pendapatan ketika Bahan Bakar ini naik.
Lalu bagaimanakah respon “KAMMI Komisariat UIN Sunan Ampel”?.
Kami jelas merespon negatif hal tersebut dan sangat menyesalkan keputusan yang diambil.
Karena pemerintah seharusnya masih bisa mengatasi hal tersebut di sektor lain.
Seperti meningkatkan pendapatan di sektor pajak dan memberantas mafia migas yang sampai saat ini belum terselesaikan. Memang pemerintah akan meluncurkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), akan tetapi masih diragukan oleh bergagai kalangan dan para pengamat kebijakan.
Karena dasar hukumnya yang masih dipertanyakan hingga sistem yang belum jelas serta sosialisasi yang masih kurang di masyarakat.
Namun kami hanya bisa berdo’a mudah-mudahan dengan peristiwa ini, pemerintah benar-benar mempunyai iktikad baik untuk memperbaiki bangsa yang telah lama tak menemukan makna kesejahteraan yang sesungguhnya. Serta jauh dari kebijakan-kebijakan yang sarat dengan kepentingan asing
Oleh : Departemen Kebijakan Publik
KAMMI Komisariat Sunan Ampel Surabaya
Artikel Super lainnya :
1. Kader Kammi Uinsa di Training Pengkader Nasional
2. Harapan Selalu Ada
3. Mumpung Muda
4. Dakwah
Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang telah diwacanakan sejak sebelum pelantikan Jokowi-JK menjadi kenyataa.
Harga BBM bersubsidi untuk premium yang pada awalnya Rp 6.500 sekarang menjadi Rp 8500. Sedangkan untuk bahan bakar solar dari Rp 5.500 menjadi Rp.7500.
Pro dan kontra sangat jelas muncul di masyarakat.
Apalagi di kalangan masyarakat yang mayoritas menolak kenaikan harga BBM tersebut.
Terlihat dengan adanya beberapa demonstrasi di berbagai daerah akhir-akhir ini.
Hashtag #BBMNaik dan #ShameOnYouJokowi pun ramai diperbincangkan di media sosial Twitter.
Pada awalnya, memang sangat berat bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM.
Karena memang hal tersebut merupakan kebijakan yang snagat tidak populis.
Namun, pemerintah berani mengambil sikap yang pasti meski harga minyak dunia turun ke angka 70 – 80 USD per barel.
Yang mana, pada saat ini pun justru di beberapa negara seperti Tiongkok malah menurunkan harga minyaknya.
Dalam hal ini pun, pemerintah tidak mengkomunikasikan secara khusus kepada DPR.
Tak seperti yang dilakukan pemerintahan di era SBY yang selalu mempertimbangkan kenaikan BBM kepada DPR.
Karena beliau melihat permasalahan ini sangatlah kompleks.
Memang tak ada undang-undang yang melarang untuk tidak musyawarah kepada DPR. Akan tetapi, hanya kurang lengkap saja jika tanpa persetujuan dari DPR.
Alasan pemerintah saat ini adalah mereka tidak menaikkan harga BBM, akan tetapi lebih kepada pengalihan subsidi ke sektor yang lebih produktif.
Seperti pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur. Namun, dengan kenaikan BBM pada saat ini, maka merata semua permasalahan hidup bangsa ini.
Maka, BBM ini lebih tepatnya Bagi-Bagi Masalah.
Mengapa Bagi-Bagi Masalah?.
Pertama, yang paling terbaru pada saat ini ialah para buruh meminta kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) tahun 2015.
Bagaimana tidak?. Sebelum BBM naik saja mereka meminta UMK sebesar 3 juta rupiah.
Apalagi setelah BBM naik. Tentu saja mereka akan terus menuntut UMK yang sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
Apindo pun sulit menerima hal tersebut, bahkan mereka ingin keluar dari Dewan Pengupahan jika pemerintah masih ngotot naikkan UMK.
Maka pemerintah harus berhati-hati dan menyikapinya dengan bijak
Kedua, Harga kebutuhan pokok akan ikut naik. Ini hampir setiap BBM naik, maka kebutuhan pokok akan naik pula.
Karena banyak kalangan menengah ke bawah menggunakan BBM bersubsidi untuk produksi hingga distribusi. Mereka menggantungkan hidupnya lewat BBM. Jika BBM naik, namun daya beli masyarakat rendah, maka akan terjadi inflasi yang diperkirakan meningkat pada akhir tahun di anka 7,3 persen.
Hal tersebut dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Ketiga, Organisasi Angkatan Darat (Organda) akan mengancam untuk memberhentikan pengoprasiannya pada tanggal 19 Novemeber 2014 di seluruh nusantara.
Karena angkutan kota (Angkot) dan Bus memakai bahan bakar solar. Sulit sekali mendapatkan pendapatan ketika Bahan Bakar ini naik.
Lalu bagaimanakah respon “KAMMI Komisariat UIN Sunan Ampel”?.
Kami jelas merespon negatif hal tersebut dan sangat menyesalkan keputusan yang diambil.
Karena pemerintah seharusnya masih bisa mengatasi hal tersebut di sektor lain.
Seperti meningkatkan pendapatan di sektor pajak dan memberantas mafia migas yang sampai saat ini belum terselesaikan. Memang pemerintah akan meluncurkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), akan tetapi masih diragukan oleh bergagai kalangan dan para pengamat kebijakan.
Karena dasar hukumnya yang masih dipertanyakan hingga sistem yang belum jelas serta sosialisasi yang masih kurang di masyarakat.
Namun kami hanya bisa berdo’a mudah-mudahan dengan peristiwa ini, pemerintah benar-benar mempunyai iktikad baik untuk memperbaiki bangsa yang telah lama tak menemukan makna kesejahteraan yang sesungguhnya. Serta jauh dari kebijakan-kebijakan yang sarat dengan kepentingan asing
Oleh : Departemen Kebijakan Publik
KAMMI Komisariat Sunan Ampel Surabaya
Artikel Super lainnya :
1. Kader Kammi Uinsa di Training Pengkader Nasional
2. Harapan Selalu Ada
3. Mumpung Muda
4. Dakwah


Tidak ada komentar:
Posting Komentar