Tahun 2014 tinggal beberapa jam
lagi akan meninggalkan kita. itu artinya tahun baru 2015 akan segera
hadir menemani kita semua. Pada umumnya, masyarakat yang latah akan
ikut-ikutan merayakan momen pergantian tahun ini dengan
bersenang-senang. terompet dan kembang api akan menjadi teman wajib
mereka.
Disamping mubazir, yang demikian itu tentu banyak mudharatnya
(dampak negatifnya). Apalagi melihat keadaan saat ini Indonesia sedang
berduka. apakah beragam pesta masih layak diadakan?
Disamping mubazir, yang demikian itu tentu banyak mudharatnya
(dampak negatifnya). Apalagi melihat keadaan saat ini Indonesia sedang
berduka. apakah beragam pesta masih layak diadakan?
Dari peristiwa demi peristiwa yang dapat mengalirkan air mata, sungguh
tak pantas pesta perayaan tahun baru 2015 dirayakan dengan berfoya-foya.
baik melalui pesta kembang api ataupun yang lainnya.
Kita punya nurani. Dikala saudara kita sedang berduka, sepatutnya kita tidak tertawa ria, dan sebaiknya justru turut meringankan beban mereka.
Menghadapi pergantian tahun ini sebaiknya biasa-biasa saja. lebih baik ada muhasabah atau evaluasi, kemudian berdoa yang terbaik demi keberkahan tahun selanjutnya. ini lebih keren kawan!
Berkaitan menjelang awal tahun 2015 ini, Ketua KAMMI Sunan Ampel Surabaya, Yogi menyarankan agar berkumpul untuk berdoa. "Sebaiknya yang muda-muda kumpul lalu berdoa, kemudian pulang". terangnya.
Di tempat yang berbeda, Hafidz, Ketua KAMMI Airlangga menyarankan agar para pemuda mau dan berani peduli dengan orang-orang yang perlu diperhatikan. "Saya menyarankan supaya kawan-kawan supaya kawan-kawan menyisihkan sebahagian harta untuk orang-orang yang sedang kesusahan. supaya kebahadiaan itu bukan hanya milik satu golongan saja" ujar Hafidz.
Dana yang seharusnya kita gunakan untuk pesta kembang api dan lain-lain, kini sudah saatnya ayo dialihfungsikan kepada yang memerlukan. Hal ini akan jauh lebih bermanfaat. Juga, yang demikian itu salah satu wujud cinta cinta kita kepada Indonesia.
Hal senada juga diungkapkan oleh Mahasiswi aktivis KAMMI di Ngawi, Istiqomatul Khoiriyah, menurutnya daripada buang-buang waktu dan uang, lebih baik waktu dan biayanya difungsikan untuk semakin mendekat kepada Allah, agar dosa-dosa kita selama ini diampuni.
"Tiup terompet dan perayaan tahun baru lainnya itu buang-buang waktu dan uang saja, mending rayu Allah biar dapat pengampunan. dan pikirkan malaikat Isrofil juga akan meniup terompetnya" Jelas istiqomatul via pesan singkatnya.
Sebagai pemuda, sebaiknya kita sudah arif menyikapi momen-momen tertentu semisal tahun baru ini. Lalu kita akan melaksanakan yang terbaik, tinggalkan yang menimbulkan ketidakbaikan, jauhi yang tidak menimbulkan manfaat. Waktu kita sangatlah penting, amat tak layak untuk melakukan perayaan yang tak penting.
Sebagai generasi penerus Bangsa, kita buktikan cinta pada Indonesia dan saudara-saudara yang terluka.
Menjelang tahun 2015, dengan senyum dan semangat yang tulus, kita sama-sama bicara, sama-sama bersuara;
INDONESIA TANPA KEMBANG API.
Selamat datang tahun 2015
Wallahu a'lam bishowab
Salam Cinta Indonesia,
Ahmad Zailani
Kita punya nurani. Dikala saudara kita sedang berduka, sepatutnya kita tidak tertawa ria, dan sebaiknya justru turut meringankan beban mereka.
Menghadapi pergantian tahun ini sebaiknya biasa-biasa saja. lebih baik ada muhasabah atau evaluasi, kemudian berdoa yang terbaik demi keberkahan tahun selanjutnya. ini lebih keren kawan!
Berkaitan menjelang awal tahun 2015 ini, Ketua KAMMI Sunan Ampel Surabaya, Yogi menyarankan agar berkumpul untuk berdoa. "Sebaiknya yang muda-muda kumpul lalu berdoa, kemudian pulang". terangnya.
Di tempat yang berbeda, Hafidz, Ketua KAMMI Airlangga menyarankan agar para pemuda mau dan berani peduli dengan orang-orang yang perlu diperhatikan. "Saya menyarankan supaya kawan-kawan supaya kawan-kawan menyisihkan sebahagian harta untuk orang-orang yang sedang kesusahan. supaya kebahadiaan itu bukan hanya milik satu golongan saja" ujar Hafidz.
Dana yang seharusnya kita gunakan untuk pesta kembang api dan lain-lain, kini sudah saatnya ayo dialihfungsikan kepada yang memerlukan. Hal ini akan jauh lebih bermanfaat. Juga, yang demikian itu salah satu wujud cinta cinta kita kepada Indonesia.
Hal senada juga diungkapkan oleh Mahasiswi aktivis KAMMI di Ngawi, Istiqomatul Khoiriyah, menurutnya daripada buang-buang waktu dan uang, lebih baik waktu dan biayanya difungsikan untuk semakin mendekat kepada Allah, agar dosa-dosa kita selama ini diampuni.
"Tiup terompet dan perayaan tahun baru lainnya itu buang-buang waktu dan uang saja, mending rayu Allah biar dapat pengampunan. dan pikirkan malaikat Isrofil juga akan meniup terompetnya" Jelas istiqomatul via pesan singkatnya.
Sebagai pemuda, sebaiknya kita sudah arif menyikapi momen-momen tertentu semisal tahun baru ini. Lalu kita akan melaksanakan yang terbaik, tinggalkan yang menimbulkan ketidakbaikan, jauhi yang tidak menimbulkan manfaat. Waktu kita sangatlah penting, amat tak layak untuk melakukan perayaan yang tak penting.
Sebagai generasi penerus Bangsa, kita buktikan cinta pada Indonesia dan saudara-saudara yang terluka.
Menjelang tahun 2015, dengan senyum dan semangat yang tulus, kita sama-sama bicara, sama-sama bersuara;
INDONESIA TANPA KEMBANG API.
Selamat datang tahun 2015
Wallahu a'lam bishowab
Salam Cinta Indonesia,
Ahmad Zailani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar