Sabtu, 10 Januari 2015

Mengapa Harus Demokrasi?

Assalamualaikum wr wb
Mendengar kata demokrasi , mungkin dari kita memiliki persepsi yang berbeda beda. Ada yang memahami demokrasi sebagai sistem yang baik dan cocok untuk Indonesia, namun ada beberapa kalangan  yang mengharamkan demokrasi.
Apa itu Demokrasi?

Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka.Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan pilitik secara bebas dan setara.

Kata ini berasal dari bahasa yunani (dēmokratía) "kekuasaan rakyat",yang terbentuk dari (dêmos) "rakyat" dan  (kratos) "kekuatan" atau "kekuasaan" pada abad ke-5 SM untuk menyebut sistem politik negara-kota yunani, salah satunya Athena; kata ini merupakan antonim dari (aristocratie) "kekuasaan elit". 


        Memang, istilah demokrasi ini muncul dari barat, khususnya kaum kafir. Mungkin,dari kita yang menolak demokrasi mengatakan bahwa demokrasi itu haram karena ini merupakan sistem pemerintahan orang kafir, dan kita sebagai umat muslim haram menggunakan system ini.

         Bagi mereka yang ingin faham Islam, tentu tahu bahwa Raslullah SAW menggunakan sistem khilafah dalam mengatu pemerintahan, bukan demokrasi. Hal inilah yang membuat sebagian kalangan tidak mau mengikuti sistem demokrasi dan berusaha agar Khilafah ditegakkan. 

       Sebagai kepatuhan kita pada perintah Allah untuk menjalankan Islam secara kaffah. Sesuai dengan perintah Allah dalam surah Al Baqarah 208

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (208) [البقرة/208]
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]

Dari ayat ini jelas Allah memerintahkan kita untuk menjalankan Islam secara keseluruhan, dan melarang mengamalkanya setengah setengah.
Pantas saja kalau beberapa golongan yang menolak demokrasi mengatakan bahwa demokrasi itu sistem kafir (jejak jejak syaithan lihat QS.Baqarah 208) dan tidak boleh kita ikuti.

Namun pertanyaaannya, bagaimana langkah kita untuk menegakkan khilafah di Negara demokrasi seperti Indonesia Ini?

Apakah dengan cara mengajak semua masyarakat untuk golput dalam pemilu?
Kalau iya, sekarang fikirkan

Di Indonesia tidak hanya berpenduduk Islam, namun juga ada umat Kristen, Hindu dsb. Seandainya semua umat Islam keluar dari sistem, tentu system ini akan dipegang oleh kaum kafir. Mereka mengambil alih pemerintahan Indonesia.

Berarti dengan golput, berarti kita TELAH MERELAKAN ORANG KAFIR UNTUK MEMIMPIN INDONESIA???!!!

Ini justru berbahaya.
Jadi bagaimana???
Tiada jalan lain, mau tidak mau, kita harus tetap masuk ke dalam sIstem demokrasi, demi mengambil alih pemerintahan. Dengan syarat, niat kita adalah untuk menegakkan islam, bukan ikut ikutan politik karena ingin kekuasaan.
Apakah haram mengikuti sistem orang kafir demi kemaslahatan???
Sementara Rasulullah sendiri pernah menggunakan sistem orang kafir dalam sebuah peperangan.
Ingat perang Khandak yang menggunakan sistem parit?
Membuat parit itu adalah usulan dari Salman al Farishi yang merupakan mantan orang Majusi. Dan sistem itu ia dapat dari tempat asalnya yang dipimpin oleh orang kafir.

Jadi???
Kita berfikir sedikit………
Seandainya ada rumah yang terbakar dan didalamnya ada sebuah anak kecil yang harus ditolong, apakah kita menolong mereka hanya dengan berteriak dari luar rumah demi MENGHINDARI API??? Tentu tidak kan??
Mau tidak mau kita harus BERANI MENEROBOS MASUK KE DALAM API ITU DEMI MENYELAMATKAN anak kecil itu.
Ya,, demikianlah halnya kita saat ini
Demi menegakkan khilafah, menyelamatkan Indonesia dari kehancuran pemerintahan kafir, kita harus masuk kedalam sIstem demokrasi, walaupun demokrasi itu adalah berbahaya bagi kita??

Jazakumullah khair
Semoga bermanfaat
Assalamualaikum wr wb

Oleh Fitria Nurul Farhatin (Kader Kammi Uinsa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar