Assalamualaikum wr wb
Mendengar kata
demokrasi , mungkin dari kita memiliki persepsi yang berbeda beda. Ada yang
memahami demokrasi sebagai sistem yang baik dan cocok untuk Indonesia, namun
ada beberapa kalangan yang mengharamkan demokrasi.
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya
memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup
mereka.Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi baik secara langsung
atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup
kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan pilitik secara bebas
dan setara.
Kata ini berasal dari bahasa yunani
(dēmokratía) "kekuasaan rakyat",yang terbentuk dari (dêmos) "rakyat" dan (kratos)
"kekuatan" atau "kekuasaan" pada abad ke-5 SM untuk
menyebut sistem politik negara-kota yunani, salah
satunya Athena; kata ini merupakan antonim dari (aristocratie)
"kekuasaan elit".
Memang, istilah demokrasi
ini muncul dari barat, khususnya kaum kafir. Mungkin,dari kita yang menolak
demokrasi mengatakan bahwa demokrasi itu haram karena ini merupakan sistem pemerintahan
orang kafir, dan kita sebagai umat muslim haram menggunakan system ini.
Bagi mereka yang ingin faham Islam, tentu tahu bahwa Raslullah SAW
menggunakan sistem khilafah dalam mengatu pemerintahan, bukan demokrasi. Hal
inilah yang membuat sebagian kalangan tidak mau mengikuti sistem demokrasi dan
berusaha agar Khilafah ditegakkan.
Sebagai kepatuhan kita pada perintah Allah
untuk menjalankan Islam secara kaffah. Sesuai dengan perintah Allah dalam surah
Al Baqarah 208
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ
كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
(208) [البقرة/208]
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]
Dari ayat ini jelas Allah memerintahkan kita untuk
menjalankan Islam secara keseluruhan, dan melarang mengamalkanya setengah
setengah.
Pantas saja kalau beberapa golongan yang menolak
demokrasi mengatakan bahwa demokrasi itu sistem kafir (jejak jejak syaithan lihat QS.Baqarah 208) dan tidak boleh kita ikuti.
Namun pertanyaaannya, bagaimana langkah kita untuk menegakkan khilafah di Negara demokrasi
seperti Indonesia Ini?
Apakah dengan cara mengajak semua masyarakat untuk
golput dalam pemilu?
Kalau iya, sekarang fikirkan
Di Indonesia tidak hanya berpenduduk Islam, namun
juga ada umat Kristen, Hindu dsb. Seandainya semua umat Islam keluar dari sistem, tentu system ini akan dipegang oleh kaum kafir. Mereka mengambil alih
pemerintahan Indonesia.
Berarti dengan golput, berarti kita TELAH MERELAKAN
ORANG KAFIR UNTUK MEMIMPIN INDONESIA???!!!
Ini justru berbahaya.
Jadi bagaimana???
Tiada jalan lain, mau tidak mau, kita harus tetap
masuk ke dalam sIstem demokrasi, demi mengambil alih pemerintahan. Dengan
syarat, niat kita adalah untuk menegakkan islam, bukan ikut ikutan politik
karena ingin kekuasaan.
Apakah haram mengikuti sistem orang kafir demi
kemaslahatan???
Sementara Rasulullah sendiri pernah menggunakan sistem
orang kafir dalam sebuah peperangan.
Ingat perang Khandak yang menggunakan sistem parit?
Membuat parit itu adalah usulan dari Salman al
Farishi yang merupakan mantan orang Majusi. Dan sistem itu ia dapat dari tempat
asalnya yang dipimpin oleh orang kafir.
Jadi???
Kita berfikir sedikit………
Seandainya ada rumah yang terbakar dan didalamnya
ada sebuah anak kecil yang harus ditolong, apakah kita menolong mereka hanya
dengan berteriak dari luar rumah demi MENGHINDARI API??? Tentu tidak kan??
Mau tidak mau kita harus BERANI MENEROBOS MASUK KE
DALAM API ITU DEMI MENYELAMATKAN anak kecil itu.
Ya,, demikianlah halnya kita saat ini
Demi menegakkan khilafah, menyelamatkan Indonesia
dari kehancuran pemerintahan kafir, kita harus masuk kedalam sIstem demokrasi,
walaupun demokrasi itu adalah berbahaya bagi kita??
Jazakumullah khair
Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar