Teman-temanku
sejalan dan seperjuangan, dalam hidup ini kita pasti pernah merasakan ketidak
tenangan dalam hati. Yang penyebabnya bermacam-macam. Coba tanyakan pada teman
dan saudara kita, dari yang kaya sampai yang miskin, daari yang cantik, sampai
yang biasa, pasti pernah merasakan tidak tenang dalam jiwanya.
Namun kebanyakan dari kita mengatasinya dengan
cara yang keliru. Kita seringkali mengatasi ketidaktenangan jiwa kita dengan
segala kesenangan hidup. Bukan mengatasinya dengan hal yang mendatangkan
ketenangan jiwa. Disini teman-teman pasti bertanya , “emang apa sih
perbedaan ketenangan dan kesenangan hidup?”
Tentu
saja berbeda. Dimana orang yang memiliki segala ksenangan hidup belum tentu
jiwanya tenang,
Imam
Ghazali dalam kitabnya Ihya
ulumuddin mengatakan bahwa sumber kesenangan itu ada 4 yaitu 1.
Pengetahuaqn , 2 kesehatan, 3. Harta, dan 4. Kedudukan / status sosial
Nah
sekarang pertanyaannya, apakah kita bisa mengobati kegelisahan jiwa kita dengan
3 hal tersebut? Saya katakan tidak.
Sebagai contoh, kita tahu bahwa Jepang adalah sebuah negara yang penduduknya
sejahtera. Dimana pengangguran dibiayai oleh pemerintah. Namun faktanya, justru
penduduk Jepang banyak yang mati bunuh diri, sedangkan kita tahu bunuh diri itu
tanda orang yang hatinya sedang resah, dan tidak tenang.
Lalu dimana letak ketenangan itu???
Mengenai hal ini, kita sebagai umat muslim sudah semestinya mencari solusi
permasalahan kita kepada Allah melalui kitab Nya.disini Allah sudah memberikan
solusi kepada kita dalam Al Quran Surah ar ra’du ayat 28 yang bunyinya
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا
بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya
:
(yaiu)
orang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah hati
menjadi taentram.
Dari sini kita bisa mengetahui dengan jelas bahwa untuk mendapatkan ketenangan
jiwa , cukup dengan mengingat Allah Penerapannya tentu dengan berdzikir, dan
dzikir yang dimaksud disini bukan sekedar dzikir dengan menggerakkan bibir tapi
dzikir yang disertai dengan penghayatan Hanya dengan berdzikir kita akan
mendapatkan ketenangan karena Allah senantiasa beserta orang-orang yang
berdzikir
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِىو ا نا معه حيث يذ
كرني
Artinya
:
"Aku
(Allah) menurut persangkaan hambaKu, dan aku berada besertanya dimana saja
mereka mengingat Aku"H.R Muslim 4832
Nah
setelah kita mengetahui solusi dari ketidak tenangan jiwa kita,lalu adakah
tips
untuk menjadi pribadi yang tenang? Mengenai hal ini saya akan beri tips dari
sahabat Rasulullah yaitu Ibnu Mas’ud ra. Dimana pada suatu hari ia didatangi
oleh seorang sahabat yang mengeluhkan hatinya yang tidak tenang. Orang itu
meminta saran kepada Ibnu Mas’ud. Lalu apa kata beliau??
“Oh,, kalau penyakit itu yang menyerang hatimu,maka bawalah hatimu menuju ke
tiga tempat,
Pertama, kau bawa hatimu ketempat orang membaca Al
Quran, kau dengarkan dengan baik, atau kau membacanya
Kedua,
bawalah hatimu menuju ke
majelis ta’lim yang dapat mengingatkanmu pada Allah dan yang
Ketiga, bawalah hatimu ketempat sunyi, yang hanya
ada kau dan Allah, Sang Pemilik Ketenangan , yakni di sepertiga malam .
Mintalah kepada sang Peilik Hati agar kau diberikan ketenangan.
Setelah
mendengar nasehat itu, sahabat tadi, langsung menerapkannya, ia membaca Al
Quran dan menemukan ketenangan yang tak pernah ia rasakan.
Ingatlah,hanya
orang yang pernah gelisah yang bisa merasakan nikmatnya ketenangan, hanya
orang yang oernah sedih yang bisa merasakan nikmatnya kegembiraan setelah ia
menyadari kesalahannya. Maka beruntunglah oran gyang mau mengambil hikmah dan
pelajaran daari segala peristiwwa yang dialami.
Mungkin,
hanya itu yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf. Akhir
kata saya ingin mengutip perkataan dari Hasan Al Bashri bahwa"
Aku
menasehati kalian bukan berarti aku orang yang terbaik diantara kalian, bukan
juga orang yang tersalih diantara kalian. Sungguh seandainya seorang
muslim menasehati muslim lainnya samapai menunggu dirinya sempurna, maka tak
akan ada yang memeberikan nasihat didunia ini, yang mengajak kepada kebaikan
dan menjauhi kemungkaran.
Semoga
bermanfaat
Wasalamualaikum
wr wb.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar