Kembali Keputusan pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla menuai sorotan dari berbagai pihak.
Seperti Partai Gerindra, menyoroti Pemerintah Republik Indonesia yang berkerja sama dengan Proton Malaysia untuk membuat mobil nasional (Mobnas).
Ditemui saat perayaan ulang tahun ketujuh Partai Gerindra, di Jalan Letjen Soeprapto, Jakarta Pusat, Ketua DPD Gerindra DKI, M Taufik, mengatakan, perlu definisi yang pasti soal apa itu mobil nasional.
"Mendifinisikan mobil nasional itu apa. Apakah seluruhnya produk nasional. Kalau Proton kan mobilnya nasional Malaysia, itu saja," kata M Taufik.
Taufik menyoroti, Malaysia bisa membangun mobil nasional sendiri. Tapi, justru Indonesia tidak bisa berbuat yang sama.
"Kerjasama sih boleh. Tapi Proton bisa, masa kita nggak bisa sih," kata Wakil Ketua DPRD DKI ini.
Keputusan menggandeng Proton Malaysia ini juga mendapat sorotan, karena PT Adiperkasa Citra Lestari, yang dipercayakan sebagai perusahaan dari Indonesia, dimiliki oleh bekas Kepala Badan Intelijen Negara, Abdullah Mahmud Hendropriyono.
Memorandum of Understanding (MoU) disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Razak. Hadir juga bos Proton, Mahathir Mohamad.
Surat perjanjian ditandatangani langsung oleh Hendropriyono dan CEO Proton, Datuk Abdul Harith Abdullah, di markas Proton.(vivanews)
Disisi lain, yaitu Setahun yang lalu, muncul mobil esemka buatan anak-anak SMK di kota Solo. Hal itu disambut baik oleh masyarakat umum, terlebih walikotanya sendiri. Yang saat itu, Jabatan orang nomer 1 di kota solo disandang oleh Joko Widodo(Presiden RI sekarang).
Antusias beliau terhadap hadirnya mobil Esemka itu diragukan lagi, bahkan mobil tersebut dijadikan salah satu mobil dinas walikota.
Harusnya mobil Esemka tersebut bisa dikembangkan lebih lanjut.
Namun kini, ketika sudah menjadi seorang kepala negara, justru keputusan dan kebijakannya tidak berpihak kepada bangsa sendiri.
Kalau boleh menelisik lebih dalam, anak-anak bangsa kita sebenarnya bisa berbuat lebih seperti yang dilakukan oleh negara tetangga tersebut. Generasi bangsa indonesia pun tidak kalah hebat dalam kompetisi di dunia internasional. Banyak prestasi yang ditorehkan mereka.
Lagi lagi, perlu dukungan banyak pihak dalam membantu mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki generasi kita. Terlebih peran pemerintah sangat ditunggu-tunggu. Jangan sampai kita menjadi penonton saja di negeri kita tercinta.
Yang akhirnya Indonesia mempunyai Mobil Nasional Rasa Malaysia.
Oleh Rahmad Al-Fatih
Seperti Partai Gerindra, menyoroti Pemerintah Republik Indonesia yang berkerja sama dengan Proton Malaysia untuk membuat mobil nasional (Mobnas).
Ditemui saat perayaan ulang tahun ketujuh Partai Gerindra, di Jalan Letjen Soeprapto, Jakarta Pusat, Ketua DPD Gerindra DKI, M Taufik, mengatakan, perlu definisi yang pasti soal apa itu mobil nasional.
"Mendifinisikan mobil nasional itu apa. Apakah seluruhnya produk nasional. Kalau Proton kan mobilnya nasional Malaysia, itu saja," kata M Taufik.
Taufik menyoroti, Malaysia bisa membangun mobil nasional sendiri. Tapi, justru Indonesia tidak bisa berbuat yang sama.
"Kerjasama sih boleh. Tapi Proton bisa, masa kita nggak bisa sih," kata Wakil Ketua DPRD DKI ini.
Keputusan menggandeng Proton Malaysia ini juga mendapat sorotan, karena PT Adiperkasa Citra Lestari, yang dipercayakan sebagai perusahaan dari Indonesia, dimiliki oleh bekas Kepala Badan Intelijen Negara, Abdullah Mahmud Hendropriyono.
Memorandum of Understanding (MoU) disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Razak. Hadir juga bos Proton, Mahathir Mohamad.
Surat perjanjian ditandatangani langsung oleh Hendropriyono dan CEO Proton, Datuk Abdul Harith Abdullah, di markas Proton.(vivanews)
Disisi lain, yaitu Setahun yang lalu, muncul mobil esemka buatan anak-anak SMK di kota Solo. Hal itu disambut baik oleh masyarakat umum, terlebih walikotanya sendiri. Yang saat itu, Jabatan orang nomer 1 di kota solo disandang oleh Joko Widodo(Presiden RI sekarang).
Antusias beliau terhadap hadirnya mobil Esemka itu diragukan lagi, bahkan mobil tersebut dijadikan salah satu mobil dinas walikota.
Harusnya mobil Esemka tersebut bisa dikembangkan lebih lanjut.
Namun kini, ketika sudah menjadi seorang kepala negara, justru keputusan dan kebijakannya tidak berpihak kepada bangsa sendiri.
Kalau boleh menelisik lebih dalam, anak-anak bangsa kita sebenarnya bisa berbuat lebih seperti yang dilakukan oleh negara tetangga tersebut. Generasi bangsa indonesia pun tidak kalah hebat dalam kompetisi di dunia internasional. Banyak prestasi yang ditorehkan mereka.
Lagi lagi, perlu dukungan banyak pihak dalam membantu mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki generasi kita. Terlebih peran pemerintah sangat ditunggu-tunggu. Jangan sampai kita menjadi penonton saja di negeri kita tercinta.
Yang akhirnya Indonesia mempunyai Mobil Nasional Rasa Malaysia.
Oleh Rahmad Al-Fatih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar