Masih ingat kasus tentang Gayus Tambunan (Mafia Pajak),Urip Tri Gunawan(Jaksa Korup), Anggodo(PNS Korup), dan yang terbaru adalah kasus Ketua DPRD Kab.Bangkalan,Fuad Amin Imron yang sekaligus mantan Bupati Bangkalan yg ditangkap aparat Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa dinihari, 2 Desember 2014.
Fuad dan dua orang lainnya ditangkap dalam sebuah operasi tangkap tangan di rumahnya di Bangkalan. Menurut Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja, barang bukti penangkapan tersebut adalah uang Rp 700 juta. Dia menuturkan pemberian uang sudah dilakukan berkali-kali sejak Fuad menjabat Bupati Bangkalan dua periode. "Ini suap yang sudah dilakukan sejak perjanjian pada 2007," katanya.Yang dilansir Tempo.com
Itulah potret-potret kebobrokan birokrasi kita.Berita diatas merupakan salah satu dari beberapa kasus yang terungkap, bagaimana jika masih banyak kasus yg belum terendus KPK.
Yang menjadi perhatian kita, terlebih saya adalah mengapa pelaku tersebut adalah orang islam? Yang notabene seorang mukmin yang mempunyai akidah dan akhlak mulia.
Sehingga pandangan masyarakat umum sebagian besar bahwa orang biasa ataupun orang islam sendiri sama saja kelakukannya, na'udzubillah.
Allah pun berfirman dalam surat Ali-Imran ayat 14
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)."
Begitu melenakannya kekuasaan dan harta, sehingga jika orang tersebut tidak punya pedoman yang kuat (baca : Al-Quran dan Al-Hadist) maka itu menjadikan awal sebuah kemungkaran terjadi.
Yang kemudian orang lain terkena imbas apa yang dilakukannya, terutama berpengaruh besar pada negara.
Tiap tahun berpuluh-puluh universitas dan perguruan tinggi menelurkan sarjana-sarjananya. Begitulah muncul banyak para cedekiawan. Namun yang menjadi catatan, apakah cukup dengan kapasitas intelektualnya saja bisa membawa masa depan indonesia lebih baik? Sekalipun tidak.
Akhlak dan kepribadianlah yang akan menambah nilai intelektual para sarjana itu.
Indonesia masih kekurangan figur, role mode dan teladan dalam hal kejujuran.
Lalu siapakah yg bisa diharapkan untuk itu?
Ya betul sekali..
Antum semua, yang masih memegang teguh akidah dan akhlak yang mulia,
Yang masih punya dan menerapkan 4 sifat rasulullah (tabliq,shiddiq, amanah,fathonah),
Yang tidak hanya berkata-kata saja, namun juga bertindak atas nama kebenaran.
Dan..
Yang tujuan hidupnya mengabdikan dirinya untuk kemaslahatan umat..
Wallahu 'alam bishowab..
Selamat Hari Anti Korupsi Internasional, 9 Des 2104
#Save Indonesia, Stop Korupsi
Fuad dan dua orang lainnya ditangkap dalam sebuah operasi tangkap tangan di rumahnya di Bangkalan. Menurut Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja, barang bukti penangkapan tersebut adalah uang Rp 700 juta. Dia menuturkan pemberian uang sudah dilakukan berkali-kali sejak Fuad menjabat Bupati Bangkalan dua periode. "Ini suap yang sudah dilakukan sejak perjanjian pada 2007," katanya.Yang dilansir Tempo.com
Itulah potret-potret kebobrokan birokrasi kita.Berita diatas merupakan salah satu dari beberapa kasus yang terungkap, bagaimana jika masih banyak kasus yg belum terendus KPK.
Yang menjadi perhatian kita, terlebih saya adalah mengapa pelaku tersebut adalah orang islam? Yang notabene seorang mukmin yang mempunyai akidah dan akhlak mulia.
Sehingga pandangan masyarakat umum sebagian besar bahwa orang biasa ataupun orang islam sendiri sama saja kelakukannya, na'udzubillah.
Allah pun berfirman dalam surat Ali-Imran ayat 14
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)."
Begitu melenakannya kekuasaan dan harta, sehingga jika orang tersebut tidak punya pedoman yang kuat (baca : Al-Quran dan Al-Hadist) maka itu menjadikan awal sebuah kemungkaran terjadi.
Yang kemudian orang lain terkena imbas apa yang dilakukannya, terutama berpengaruh besar pada negara.
Tiap tahun berpuluh-puluh universitas dan perguruan tinggi menelurkan sarjana-sarjananya. Begitulah muncul banyak para cedekiawan. Namun yang menjadi catatan, apakah cukup dengan kapasitas intelektualnya saja bisa membawa masa depan indonesia lebih baik? Sekalipun tidak.
Akhlak dan kepribadianlah yang akan menambah nilai intelektual para sarjana itu.
Indonesia masih kekurangan figur, role mode dan teladan dalam hal kejujuran.
Lalu siapakah yg bisa diharapkan untuk itu?
Ya betul sekali..
Antum semua, yang masih memegang teguh akidah dan akhlak yang mulia,
Yang masih punya dan menerapkan 4 sifat rasulullah (tabliq,shiddiq, amanah,fathonah),
Yang tidak hanya berkata-kata saja, namun juga bertindak atas nama kebenaran.
Dan..
Yang tujuan hidupnya mengabdikan dirinya untuk kemaslahatan umat..
Wallahu 'alam bishowab..
Selamat Hari Anti Korupsi Internasional, 9 Des 2104
#Save Indonesia, Stop Korupsi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar