Senin, 08 Desember 2014

Kesabaran Tiada Batasnya


“ Ketika air mata tak lagi dapat menetes…
Ketika gundah gulana tak lagi bisa menyesakkan dada…
Dan ketika tubuh ini tak lagi merasakan keletihan dan kelelahan…”
 
Beberapa bait kata yang melukiskan betapa teguhnya hati…
Betapa beratnya cobaan dan ujian.. sampai-sampai air matanya habis… tidak bisa menitihkan air mata lagi.. Subhanallah..
 
 Ilustrasi (INET)

Banyak kisah-kisah jaman dahulu yg menceritakan betapa kesabaran seorang hamba betul-betul diuji..
Seperti kisah Nabi Adam AS, yang diuji oleh Allah tentang kesabarannya agar tidak memperturutkan hawa nafsunya untuk memakan buah khuldi…


Kemudian juga Nabi Ibrahim As, diuji dengan peristiwa penyembelihan putra tercintanya; Nabi Ismail. Karena Kesabaran beliau, akhirnya Nabi Ismail ditukar dengan seorang domba. Dan disebelihlah domba tersebut.
Satu lagi kisah dari para Nabi kita tercinta… Yaitu dari Nabi Ayub. Beliau diberi cobaan sebuah penyakit kulit yang ganas. Namun beliau tetap tabah menghadapi ujian itu, dengan lebih mendekatkan diri kepada Sang Pecipta Jagat Raya ini. Subhanallah…
Begitupun juga junjungan kita Rasulullah SAW, yang kesabaran luar biasa dasyhatnya…
 
Kehidupan kita di dunia ini pasti penuh tantangan, rintangan, cobaan serta ujian. Dan ke semua itu harus kita hadapi dengan sifat kesabaran salah satunya. Bagi mereka yang tidak sabar, pasti akan kecewa dengan tindakanya itu.

Saudaraku..
Beberapa banyak kisah orang-orang sukses yang mencapai keberhasilan dalam bidangnya dengan kesabaran. Ditambah lagi dengan ketekunannya, sukses pun tinggal menunggu waktu.

Kesabaran itu tiada batasnya…  Yang membatasi adalah sikap kita terhadap kesabaran.

Ada kisah seorang gadis berumur 10 tahun bernama Bar`ah, mungkin saudara pernah mendengar ceritanya? Yang orangtuanya dokter dan telah pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik.
Pada usia ini, Bar `ah menghafal seluruh Al Qur’an dengan tajwid, dia sangat cerdas dan gurunya mengatakan bahwa dia sudah maju untuk anak seusianya. Keluarganya kecil dan berkomitmen untuk Islam dan ajaran-ajarannya … .

Hingga suatu hari ibunya mulai merasa sakit perut yang parah dan setelah beberapa kali diperiksakan. Ternyata ibu bar’ah menderita kanker, dan kanker ini sudah dalam keadaan stadium akhir/kronis.
Ibu bar’ah berfikir untuk memberitahu putrinya, terutama jika ia terbangun suatu hari dan tidak menemukan ibunya di sampingnya … dan inilah ucapan ibu bar’ah kepadanya

“Bar`ah aku akan pergi ke surga di depan kamu, tapi aku ingin kamu selalu membaca Al-Quran dan menghafalkannya setiap hari karena Ia akan menjadi pelindungmu kelak.. “

Gadis kecil itu tidak benar-benar mengerti apa yang ibunya berusaha beritahukan,
Tapi dia mulai merasakan perubahan keadaan ibunya, terutama ketika ia mulai dipindahkan ke rumah sakit untuk waktu yang lama. Gadis kecil ini menggunakan waktu sepulang sekolahnya untuk menjenguk ibunya ke rumah sakit dan membaca Qur’an untuk ibunya sampai malam sampai ayahnya datang dan membawanya pulang.

Suatu hari pihak rumah sakit memberitahu ayah bar’ah bahwa kondisi istrinya itu sangat buruk dan ia perlu datang secepat dia bisa melalui telepon, sehingga ayah bar’ah menjemput Bar`ah dari sekolah dan menuju ke rumah sakit. Ketika mereka tiba di depan rumah sakit ia memintanya untuk tinggal di mobil … sehingga ia tidak akan shock jika ibunya meninggal dunia.

Ayah keluar dari mobilnya, dengan penuh air mata di matanya, ia menyeberang jalan untuk masuk rumah sakit, tapi tiba-tiba datang sebuah mobil melaju kencang dan menabrak ayah bar’ah dan ia meninggal seketika di depan putrinya itu…tak terbayangkan ..tangis gadis kecil ini pada saat itu…!

Tragedi Bar `ah belum selesai sampai di sini… berita kematian ayahnya yang disembunyikan dari ibu bar’ah yang masih opname di rumah sakit, namun setelah lima hari semenjak kematian suaminya akhirnya ibu bar’ah meninggal dunia juga. Dan kini gadis kecil ini sendirian tanpa kedua orangtuanya, dan oleh orangtua teman-teman sekolah bar’ah memutuskan untuk mencarikan kerabatnya di Mesir, sehingga kerabatnya bisa merawatnya.

Tak berapa lama tinggal di mesir gadis kecil Bar `ah mulai mengalami nyeri mirip dengan ibunya dan oleh keluarganya ia lalu diperiksakan , dan setelah beberapa kali tes di dapati bar’ah juga mengidap kanker … tapi sungguh mencengangkan kala ia di beritahu kalau ia menderita kanker….inilah perkataan bar’ah kala itu: “Alhamdulillah, sekarang aku akan bertemu dengan kedua orang tua saya.”

Semua teman-teman dan keluarga terkejut. Gadis kecil ini sedang menghadapi musibah yang bertubi-tubi dan dia tetap sabar dan ikhlas dengan apa yang ditetapkan Allah untuknya! Subhanallah……
Orang-orang mulai mendengar tentang Bar `ah dan ceritanya, dan Saudi memutuskan untuk mengurusnya … ia mengirimnya ke Inggris untuk pengobatan penyakit ini. Salah satu saluran TV Islam (Al Hafiz – The pelindung) mendapat kontak dengan gadis kecil ini dan memintanya untuk membaca Quran … dan ini adalah suara yang indah yang di lantunkan oleh bar’ah … ketika saluran TV Islam (Al Hafiz – The pelindung) menghubungi lagi Bar’ah sebelum ia pergi ke Coma(nama kota) dan dia berdoa untuk kedua orangtuanya dan menyanyikan Nasyid.
Dibawah ini Link suara nasyid Bar'ah.

Link Bar'ah Nasyid

Hari-hari terlewati dan kanker mulai menyebar di seluruh tubuhnya, para dokter memutuskan untuk mengamputasi kakinya, dan ia telah bersabar dengan apa yang ditetapkan Allah baginya … tapi beberapa hari setelah operasi amputasi kakinya kanker sekarang menyebar ke otaknya, lalu oleh dokter memutuskan untuk melakukan operasi otak … dan sekarang bar’ah berada di sebuah rumah sakit di Inggris menjalani perawatan.

Silakan berdoa untuk Bar’ah, dan bagi saudara-saudara kita di seluruh dunia. Untuk info terbaru tentang bagaimana kondisi Bar’ah, saya pribadi masih belum tahu. Semoga dia bisa sembuh dari penyakitnya. Amien….

Ya Akhi.. Ya ukhti…
Dalam Al-Qur’an, Surat Al-Baqarah ayat 45 juga telah jelas, bahwa Allah memerintahkan kita untuk bersabar serta menjadikannya shalat sebagai penolong.



“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu”

Ya Allah…
Berikanlah kami kesabaran yang tiada batasnya…
Cobaan, Ujian, Musibah dan bencana sekalipun tak kan bisa menggoyahkan jiwa ini…
Walaupun kami semua hanyalah manusia biasa yang selalu bergantung Kepada-Mu

Ya Allah..
Berikanlah kami kesabaran yang tiada ujungnya…
Kesabaran yang akan menjadi kami lebih mendekat kepada-Mu..
Dan menjadikannya sebagai penolong diri ini…
Amien…Ya Robbal Alamin..

Saudaraku…
Mari Tetap Kumandangkan Semangat Kesabaran…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar